Setiap anak terlahir dari rahim suci sang ibu, ibu
adalah malaikat nyata yang dikirimkan Tuhan untuk menemani kita sepanjang masa
tanpa kenal lelah, kita mungkin lupa bahwa jasa terbesar ibu bukan hanya ketika
kita dikandung, namun jasa terbesar ibu adalah ketulusan ibu untuk membesarkan
kita sekaligus mendidiknya.
Setiap ibu terlahir dengan fitrahnya sebagai seorang wanita yang lembut dan penyabar, lembut dalam menegur kita manakala jalan yang
kita tapaki melenceng dari jalurnya, sabar mendoakan kita untuk selalu berada
dalam lindungan Tuhan. Ada beberapa alasan mengapa Ibu kita adalah yang
terbaik.
1. Ibu
selalu menunjukan kebahagian walau terkadang dibalik wajahnya yang bahagia
tersimpan lelah
Ketika kecil ibu sering berjuang untuk kita, mencari
nafkah untuk supaya anaknya hidup dengan layak, mempersiapkan kebutuhan kita
karena tidak ingin kita seperti tak terurus, dengan susah payah bangun sangat
pagi hanya untuk mempersiapkan sarapan kita. Coba kamu tengok wajah ibu, tak
sedikit pun ia menampakkan wajah lelahnya, karena itulah ibu kita yang tangguh.
Ingatkah ketika dulu ibu sering melarang kita untuk
tidak bermain terlalu sering, kita marah padanya. Ibu menasehati kita supaya
tidak terlalu dekat dengan orang itu karena ibu merasa dia orang tidak baik,
kita kecewa pada ibu menggap ibu terlalu kuno. Disaat ibu kita mengerjakan
pekerjaan rumah yang begitu banyak, kita lebih memilih menjauh dengan segudang
alasan yang dibalut kepantasan, mau mengerjakan tugas bareng teman, ada acara
di sekolah dan lain sebagainya untuk dijadikan alasan, pernahkah ibu jauh dari
kita disaat kita membutuhkannya.
Teringat sebuah cerita seorang anak yang mulai tumbuh
dewasa, dia disuruh ibunya untuk mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari nyuci
sampai masak nasi, dengan bangga si anak melapor pada ibunya “Ibu hari ini aku
sudah mencuci piring, aku sudah masak air, aku juga sudah beres-beres rumah,
dan terakhir aku masakin nasi buat dimakan nanti, sebagai balasannya aku mau
main sampai sore ya bu…” sang Ibu hanya tersenyum dan berucap dalam hati “Aku
rela lelah setiap hari untuk anak-anaku, balaslah aku dengan menjadikan mereka
anak-anak yang engkau ridhoi”.
Tanpa kita sadari seiring berjalannya waktu, saring
kita membuat ibu menangis, menyakiti perasaan ibu dengan menganggapnya hal yang
biasa, kita lontarkan ucapan tak pantas manakala pendapat kita tak sepaham
dengan kita, terkadang kita lupa mendoakan disaat kesenangan membutakan mata
hati kita. Namun ibu, selau ada do’a yang dipanjatkan untuk kita dimana pun
kita berada, kapan pun waktunya, dan dalam keadaan apa pun kita sekarang ini.
Ibu bagaikan malaikat yang tak kenal lelah mendampingi kita kemana pun kita
melangkah.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar